Saat post ini dibuat, masih terhitung tanggal 21 januari (bisa terlihat di tanggal posting. duh). Besok tanggal 22 Januari (tahan lemparan kalian!).
sekian. (lempaaaaaarrrrrrr!!!!!!!!)
uhuk.
Tanggal 22 Januari menjadi tanggal penting bagi keluarga kami sejak setahun lalu. Tepatnya pukul 7.00 (ah ternyata belum cukup tepat, kira2) tanggal 22 Januari 2011, lahirlah si thole, Kaliandra Kautsar Erlangga, si bungsu. Kelahirannya menggenapi keluarga kecil ini, sulung perempuan dan bungsu laki-laki.
Nah, besok berarti tanggal 22 ulang tahun si bungsu yang pertama. Artinya sudah setahun tawa polosnya memberi tambahan tenaga bagi ayah dan ibunya. Sampai malam ini belum dapat rencana merayakannya seperti apa. hiks.
Tentu saja, ulang tahun pertama si bungsu juga mengingatkanku akan ulang tahun si sulung pada 31 Mei 2008. Yang membuatku SANGAT ingat adalah saat itu kami membagikan suvenir berupa mug putih dengan foto kakak Kiara yang waktu itu belum bisa berdiri, masih berpindah dengan cara ngesot. Dia tidak bisa merangkak, dari ngesot langsung berdiri.

(ini dia penampakannya. Versi kecil dan versi saat ini)
Yang membuatku trenyuh adalah meski posenya tertawa lepas tanpa beban, sebetulnya foto itu diambil tepat di dalam ruang tunggu kamar operasi RS Hasan Sadikin Bandung.
Yup, sewaktu aku dioperasi, seorang teman, Nanik, mengambil gambar Kiara yang tertawa sambil duduk, lengkap dengan gelang kumbang yang berbunyi gemerincing bila digerakkan.
Usai operasi, aku dan istriku memang merencanakan menggelar pesta ulang tahun pertama kakak Kiara. Itung2 buat kompensasi karena kerepotan selama aku dirawat di rumah sakit.
Salah satu yang dibahas adalah suvenir karena mustahil memberikan goodie bag kepada oom dan tante berupa makanan ringan ditambah ga bakal sempat berbelanja dengan kondisi bekas operasi yang masih menganga.
Salah satu teman pun mengusulkan untuk memberikan mug. Kami setuju karena mudah dan lebih bisa diingat. Dari beberapa foto yang kami pilih, ternyata foto jepretan Nanik itu yang paling tepat. Indikatornya paling aktual dan wajahnya sumringah. We all fell in love with that picture.
Singkat cerita, jadilah mug bergambar seperti di foto tadi dibagikan kepada seluruh kerabat. Ulang tahun pun berjalan dengan sukses. semua bahagia.
Sekarang, tiap kali melihat mug itu, selalu teringat bahwa keluarga kecil ini berkorban besar saat aku dioperasi. Waktu, kesempatan bersua, dan segalanya. Masa kecil kakak Kiara yg hilang karena ayahnya sibuk memulihkan diri sulit tergantikan. Beruntung, adiknya tidak harus melalui hal itu.
Bandung, 21 Januari 2012