Untuk kesekian kalinya, hari Senin (3/8) malam aku kembali tiba ke lobi RS Melinda yang beralamat di Jl Pajajaran Bandung. Malam itu, rumah sakit khusus perempuan itu tidak terlalu ramai dengan kerumunan ibu hamil maupun ibu muda yang memeriksakan anak yang masih balita..
Tujuan sudah pasti, malam itu untuk kesekian kalinya bertemu dengan Dr Drajat. Memang, seperti saran beliau, kontrol dilakukan per 6 bulan padahal ini baru 5 bulan sejak kontrol terakhir.
Mungkin bisa diceritakan sebelumnya, kalau beberapa hari ini aku baru nyadar kalau ada benjolan kecil yang sedikit terasa di bagian pantat, dekat dengan luka bekas operasi tahun 2008. Karena tidak yakin, dan untuk lebih memastikan, aku butuh expert opinion.
Kembali lagi ke depan pintu praktek beliau. Aku dapat nomor urut ke-3. Dan beruntung, aku datang jam 20.30, pasien nomor 2 baru saja meninggalkan ruang praktek jadi ga harus bengong menebar pandangan ke pasien yang didominasi kaum hawa berusia muda itu…
AKhirnya, ketemu lagi dengan dokter bedah tumor yang dulu mengoperasiku. langsung saja, buka celana dan tengkurap di meja pemeriksaan… Beliau mengamini kalau memang ada benjolan yang sedikit tidak normal.
Pembicaraan pun dilanjutkan di depan meja konsultasi (tentunya celana kembali dipakai). Dia pun merekomendasikan kalau setiap bulan, benjolan berdiameter 1 cm itu kudu diawasi ketat. Kalau ada pertumbuhan yang tidak normal, segera dilaporkan, dan itu bisa berarti satu hal: OPERASI….
Namun, dia tidak bisa langsung memastikan apakah benjolan itu bagian dari tumor atau tidak. Dr Drajat pun menerangkan kalau sewaktu dulu meng-eksisi massa tumor seberat 11 kg, itu dinamakan jaringan fibrous histio sitoma. Pasca eksisi, terjadilah penyembuhan dan muncul jaringan fibrous atau fibrotik untuk penyembuhan luka (mirip jaringan tebal). Berhubung sama2 jaringan fibrous, terlalu dini untuk bisa memastikan itu bagian tumor atau tidak.
Dia hanya menegaskan, kalau jaringan tumor adalah jaringan fibrous yang tumbuh. Aku pun bertanya, adakah faktor rangsangan eksternal bisa mempengaruhi, mengingat lokasi benjolan sering tertekan karena duduk di jok sepeda motor sewaktu kerja. Dia tidak menampik…
Untuk kesekian kalinya, hari Senin (3/8) malam aku kembali tiba ke lobi RS Melinda yang beralamat di Jl Pajajaran Bandung. Malam itu, rumah sakit khusus perempuan itu tidak terlalu ramai dengan kerumunan ibu hamil maupun ibu muda yang memeriksakan anak yang masih balita..
Tujuan sudah pasti, malam itu untuk kesekian kalinya bertemu dengan Dr Drajat. Memang, seperti saran beliau, kontrol dilakukan per 6 bulan padahal ini baru 5 bulan sejak kontrol terakhir.
Mungkin bisa diceritakan sebelumnya, kalau beberapa hari ini aku baru nyadar kalau ada benjolan kecil yang sedikit terasa di bagian pantat, dekat dengan luka bekas operasi tahun 2008. Karena tidak yakin, dan untuk lebih memastikan, aku butuh expert opinion.
Kembali lagi ke depan pintu praktek beliau. Aku dapat nomor urut ke-3. Dan beruntung, aku datang jam 20.30, pasien nomor 2 baru saja meninggalkan ruang praktek jadi ga harus bengong menebar pandangan ke pasien yang didominasi kaum hawa berusia muda itu…
AKhirnya, ketemu lagi dengan dokter bedah tumor yang dulu mengoperasiku. langsung saja, buka celana dan tengkurap di meja pemeriksaan… Beliau mengamini kalau memang ada benjolan yang sedikit tidak normal.
Pembicaraan pun dilanjutkan di depan meja konsultasi (tentunya celana kembali dipakai). Dia pun merekomendasikan kalau setiap bulan, benjolan berdiameter 1 cm itu kudu diawasi ketat. Kalau ada pertumbuhan yang tidak normal, segera dilaporkan, dan itu bisa berarti satu hal: OPERASI….
Namun, dia tidak bisa langsung memastikan apakah benjolan itu bagian dari tumor atau tidak. Dr Drajat pun menerangkan kalau sewaktu dulu meng-eksisi massa tumor seberat 11 kg, itu dinamakan jaringan fibrous histio sitoma. Pasca eksisi, terjadilah penyembuhan dan muncul jaringan fibrous atau fibrotik untuk penyembuhan luka (mirip jaringan tebal). Berhubung sama2 jaringan fibrous, terlalu dini untuk bisa memastikan itu bagian tumor atau tidak.
Dia hanya menegaskan, kalau jaringan tumor adalah jaringan fibrous yang tumbuh. Aku pun bertanya, adakah faktor rangsangan eksternal bisa mempengaruhi, mengingat lokasi benjolan sering tertekan karena duduk di jok sepeda motor sewaktu kerja. Dia tidak menampik…
Pembicaraan pun dilanjutkan dengan review operasi selama ini… Operasi besar untuk mengangkat tumor pertama kali dilakukan pada bulan April 2008 (berhubung aku juga ingat nyoblos pilgub di RSHS, dan fotonya masuk ke koran RADAR Bandung hehehe) dan operasi berikutnya untuk mengangkat sisa operasi pada bulan NOvember 2008. Artinya, sudah hampir 1,5 tahun sejak operasi besar lalu…
Aku pun bertanya, bisakah tumor itu kembali. Langsung dijawab: kemungkinan besar bisa. Penyebabnya jenis tumor NF merupakan tumor yang bentuknya sulit dipastikan dan dia hidup di tingkat jaringan. Dia pun juga menerangkan soal karakter tumor yang memiliki sifat angio genesis yang berarti bisa merangsang pembuluh darah terdekat untuk menumbuhkan tunas ke arah dia. Dengan demikian, tumor itu pun memiliki suplai makanan untuk terus tumbuh.
Usai menutup konsultasi, kita pun ngobrol santai (ga sambil minum kopi)… Beliau cerita kalau seminggu sebelumnya dia baru saja datang dari Bali untuk pertemuan antara ilmu onkologi. Rupanya seperti di dunia persilatan, dalam dunia onkologi ada dua golongan yaitu bedah onkologi dan onkologi medik yang tidak terlalu akur. Tujuan pertemuan itu adalah mempertemukan dua golongan agar bisa bersama-sama memajukan dunia medis Indonesia. Dr Drajat sadar, tahun 2010 adalah tahun yang mengancam karena bakal masuknya dokter asing ke Indonesia. Kalau di internal saja keropos, habislah dokter kita….
Well, sekian dulu bla bla bla-nya… kalau ada penulisan istilah kedokteran yang kurang tepat, harap maklum… I’m a political study graduate for God’s Sake…..